A. INFLASI

a. Apa itu Inflasi?

Inflasi adalah peningkatan harga barang dan jasa secara umum dalam suatu perekonomian selama periode waktu tertentu. Ini mengurangi daya beli mata uang, yang berarti konsumen membutuhkan lebih banyak uang untuk membeli barang yang sama. Inflasi moderat sering dianggap sehat bagi ekonomi karena menunjukkan pertumbuhan, tetapi inflasi yang berlebihan dapat merusak daya beli dan menekan ekonomi​.

b. Penyebab Inflasi 

  • Permintaan meningkat (demand-pull inflation).
  • Biaya produksi naik (cost-push inflation).
  • Kebijakan moneter yang longgar, seperti pencetakan uang berlebihan

  • c. Dampak Inflasi

  • Penurunan nilai tabungan.
  • Kenaikan biaya hidup.
  • Potensi peningkatan suku bunga untuk mengontrol inflasi​


  • B. DEFLASI

    a. Apa itu Deflasi

    Deflasi adalah penurunan harga barang dan jasa secara umum dalam perekonomian. Meskipun tampaknya menguntungkan konsumen, deflasi biasanya menandakan masalah ekonomi seperti penurunan permintaan, yang dapat menyebabkan stagnasi dan pengangguran.

    b. Penyebab Deflasi

  • Penurunan permintaan konsumen.
  • Overproduksi barang dan jasa.
  • Pengetatan kebijakan moneter yang signifikan

  • c. Dampak Deflasi

  • Konsumen menunda pengeluaran, mengharapkan harga turun lebih lanjut.
  • Pengurangan pendapatan perusahaan, yang dapat menyebabkan PHK massal.
  • Penurunan investasi, stagnasi ekonomi


  • C. STUDI KASUS

    1. Amerika Serikat - Great Depression 1930-an
    Amerika Serikat adalah salah satu negara yang mengalami deflasi paling parah dalam sejarah modern, terutama pada masa Depresi Besar tahun 1930-an. Krisis ini dipicu oleh runtuhnya pasar saham pada tahun 1929, yang diikuti oleh penurunan drastis dalam permintaan barang dan jasa. Harga barang-barang konsumen jatuh hingga lebih dari 30%, dan tingkat pengangguran melonjak. Deflasi memperparah situasi karena konsumen menunda pembelian dengan harapan harga akan terus turun, yang kemudian memperburuk penurunan permintaan.

    Bank sentral, The Federal Reserve, pada masa itu gagal merespons krisis dengan tepat. Alih-alih mendorong ekspansi moneter, mereka mempertahankan kebijakan moneter yang ketat, sehingga likuiditas di pasar semakin terbatas. Akibatnya, Amerika Serikat terjebak dalam deflationary spiral yang menyebabkan krisis berlangsung hingga hampir satu dekade. Baru setelah pemerintah meluncurkan kebijakan New Deal dan Second World War dimulai, ekonomi mulai pulih.Salah satu kasus inflasi terburuk yang pernah terjadi di dunia adalah Republik Weimar, Jerman (1921-1923). 

    2. Republik Weimar, Jerman (1921-1923)

    Kasus inflasi di Republik Weimar, Jerman, pada tahun 1920-an dianggap sebagai salah satu inflasi terburuk dalam sejarah.

    Krisis ekonomi pasca Perang Dunia I, pembayaran ganti rugi yang tinggi, dan kebijakan moneter yang buruk mengakibatkan inflasi yang melambung tinggi. Kondisi ini mencapai puncaknya pada tahun 1923 ketika harga-harga berlipat-lipat setiap hari. Orang-orang harus membawa karung uang hanya untuk membeli roti, dan nilai uang Jerman begitu merosot sehingga menjadi tidak berharga.